S.Y.S talk

Share Your Skills, Share Your Stories

mickey-mouse

Membuat mimpi menjadi kenyataan: a la Walt Disney

| 6 Comments

Evolusi dari sesosok Miki Tikus

Berawal dari seekor Tikus

“I only hope that we don’t lose sight of one thing – that it was all started by a mouse.”
Walt Disney
“Aku harap kita tidak lupa akan satu hal – bahwa ini semua berawal dari seekor tikus.”
Walt Disney

Tikus yang beliau maksud adalah seekor tikus yang kita semua tahu, cintai dan sayangi: Mickey Mouse, atau lebih dikenal dengan nama Miki Tikus di Indonesia. Miki diciptakan pada tahun 1928, dan pertama kali muncul di layar lebar lewat film “Steamboat Willie” pada November 1928. Berpuluh-puluh tahun yang lalu. Tapi hingga kini anak-anak tetap mengenal tikus lucu ini di mana pun mereka berada dan dari budaya mana pun mereka berasal.

Miki dan kawan-kawan

Dengan suksesnya Miki Tikus, Walt lalu menambahkan karakter-karakter lainnya seperti Donal Bebek, Gufi, dan Pluto. Miki dan kawan-kawan telah membuat jutaan anak-anak (termasuk kita semua) di dunia tersenyum, penuh tawa, dan bahagia ketika melihat tingkah mereka di layar. Mereka sudah menjadi teman kita yang menemani kita melewati masa kanak-kanak kita dan saya yakin tentunya mereka akan selalu menyertai anak-anak kita, serta anak daripada anak kita pula, terus berlanjut di masa yang akan datang dengan anak dari cucu kita dan seterusnya. Betapa hebatnya dan kuatnya mimpi dari seorang Walt Disney. Mimpinya menjadi kenyataan dan hidup jauh melampaui umur beliau. Mimpi yang beliau visikan bisa terus berkembang dan tidak akan pernah berhenti sepanjang masih ada imajinasi yang bersisa di dunia ini.

“It’s kind of fun to do the impossible.”

Walt Disney

“Sungguh sangat menyenangkan untuk bisa melakukan hal yang mustahil.”

Walt Disney

Masa Pra-”Miki Tikus”

Mickey & OswaldWalt mulai menggambar dan menjual sketsanya kepada tetangga-tetangganya sejak umur 7 tahun. Pada Perang Dunia pertama, beliau berusaha untuk mendaftarkan diri bergabung sebagai tentara, tetapi ditolak karena umurnya baru 16 tahun. Tidak putus asa, Walt memilih untuk bergabung dengan Palang Merah dan bekerja di sana sebagai supir ambulan. Uniknya, ambulannya bukan disamarkan dengan kamuflase biasa, melainkan dihiasi dengan tokoh kartun dan gambar-gambar lucu.
Setelah perang berakhir, Walt mencoba nasibnya di Kalifornia, hanya dengan bermodalkan alat lukis dan beberapa dolar saja di kantongnya. Untung saja, kakaknya, Roy, mendukung dan bersimpati kepada Walt dan mereka berhasil mengumpulkan modal untuk membuat sebuah studio kartun kecil di garasi. Mereka namakan studio itu: Disney Brother’s Studio. Mereka pada awal mulanya menciptakan serian menggunakan aktor dan aktris, tapi belakangan mulai berpindah ke karakter kartun karena lebih banyak orang yang suka animasi kartun. Studio mereka akhirnya membuat serian animasi baru: Oswald the Lucky Rabbit (Oswald Kelinci yang Beruntung). Oswald laku keras dan namanya langsung melejit.
.
Akan tetapi… sukses itu tidak bertahan lama.
Setelah mencoba bernegosiasi dan tidak menemukan jalan tengah, Disney kehilangan hak akan karakter Oswald, selain itu juga harus kehilangan sebagian besar karyawannya akibat kontrak dengan Universal.
Sebuah pukulan yang menyakitkan bagi Disney. Beliau harus mulai kembali dari nol sendirian. Sangat mustahil baginya untuk mengalahkan ketenaran Oswald dan karakter terkenal lainnya pada masa itu: Felix the Cat (Felix si Kucing).
Tapi beliau tidak menyerah begitu saja. Walt menciptakan karakter baru untuk menggantikan Oswald yang haknya baru saja direbut darinya.
Beliau menggambarkan beberapa sketsa terinspirasi dari tikus perliharaannya dulu.
Lalu sketsa tersebut disempurnakan oleh animator, Ub Iwerks. Walt Disney kemudian secara pribadi meminjamkan suaranya dan kepribadiannya kepada sosok Miki.
Seperti apa kata salah seorang karyawan Disney, “Ub mendesain tampilan fisik Miki, tapi Walt-lah yang memberikan jiwanya kepada Miki.”
Suara pada animasi kartun masih merupakan hal yang baru pada masa itu. Ketika penonton melihat dan sekaligus mendengar tingkah Miki di layar mereka langsung bisa tahu pribadinya, tak ayal lagi mereka pun langsung jatuh cinta dengan sosok Miki Tikus.
Dengan kesuksesan “Steamboat Willie”, film animasi kartu pertama lengkap dengan suara (yang dimainkan oleh Miki Tikus), Miki tiba-tiba menjadi terkenal dan menggantikan Felix si Kucing sebagai karakter kartun paling populer di dunia.
.

Masa Kejayaan

Kemudian, di tahun 1932, Disney mengeluarkan sebuah animasi musikal berdurasi penuh, berjudul “Snow White and the Seven Dwarfs” (“Putri Salju dan Tujuh Kurcaci”), yang diperkirakan diproduksi dengan biaya $1,5 juta di masa Depresi Hebat, di mana banyak orang sangat bersusah payah hanya untuk mencari makan dan hidup layak karena keterpurukan ekonomi yang sangat dahsyat. “Putri Salju” langsung menjadi salah satu mahakarya industri perfilman Amerika yang paling mengesankan bahkan hingga saat ini.
Disney secara terang-terangan menaklukkan hal yang benar-benar mustahil.
Bertahun-tahun kemudian Disney terus meluncurkan banyak lagi film-film animasi klasik, yang saya rasa kamu semua pasti sudah pernah tonton sekarang.
Animasi klasik seperti Pinokio si boneka kayu yang menjadi manusia, Dumbo si gajah kecil yang bisa terbang, Bambi, Fantasia, Alice in Wonderland, Peter Pan, Cinderella, dan masih banyak lagi.
Benar-benar masa kejayaan Animasi Disney.
(Catatan singkat: Sebenarnya terjemahan yang benar adalah Putih Salju, bukan Putri Salju. Tetapi sebutan Putri Salju sudah melekat jauh di benak orang Indonesia dari kecil hingga sekarang)

Disneyland

“Disneyland is a work of love.”
Walt Disney
“Disneyland adalah karya daripada cinta.”
Walt Disney
Masih banyak mimpi-mimpi yang ada di kepala Disney. Disney memiliki visi untuk mendirikan sebuah taman bermain di mana karyawan-karyawatinya bisa menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka.
Yang menarik adalah insinyur dan perencana untuk projek Disneyland ini beliau namakan “Imagineers” (sang pembuat imajinasi).
Kenapa? Karena beliau menginginkan agar Disneyland itu menjadi tempat yang benar-benar baru yang belum pernah ada di dunia ini. Untuk melakukan mereka harus menggunakan imajinasi.
.
“We did it: Disneyland, in the knowledge that most of the people I talked to thought it would be a financial disaster – closed and forgotten within the first year.”

Walt Disney

“Akhirnya kita berhasil: Disneyland, di mana orang-orang lain sering mengatakan kepadaku kalau tempat ini akan menjadi musibah secara finansial, akan ditutup dan dilupakan dalam waktu setahun.”

Walt Disney

Disneyland secara resmi dibuka di tahun 1955, dengan pidato Walt: “To all who come to this happy place; welcome. Disneyland is your land.
Here age relives fond memories of the past …. and here youth may savor the challenge and promise of the future.
Disneyland is dedicated to the ideals, the dreams and the hard facts that have created America … with the hope that it will be a source of joy and inspiration to all the world.”
“Kepada semua yang telah datang ke tempat berbahagia ini; Selamat Datang. Disneyland adalah tempatmu. Di sini usia menghidupkan kembali ingatan manis masa lalu… dan di sini jiwa-jiwa muda akan menikmati tantangan dan janji akan masa depan. Disneyland didedikasikan untuk cita-cita, mimpi-mimpi dan bukti-bukti nyata yang menciptakan Amerika… dengan harapan akan menjadi sumber kebahagiaan dan inspirasi bagi seluruh dunia.”
Tidak seperti parahnya prediksi para analis, Disneyland ternyata tidak ditutup dan tidak terlupakan pada tahun pertamanya, bahkan justru sukses yang menjamunya hingga sekarang.
Impiannya ternyata tidak berhenti di sana bagi Walt, pada awal tahun 1964 beliau mengumumkan rencana untuk membangun versi yang lebih besar dan lebih hebat lagi dari Disneyland, yang akan dinamakan Disney World. Di pusatnya Disney World akan beliau bangun EPCOT, singkatan dari Experimental Prototype City of Tomorrow (Prototipe Uji Coba untuk Kota Masa Depan). Sebuah prototipe dari kota yang beliau harapkan bisa meningkatkan dan mengubah kualitas hidup warga Amerika di masa yang akan datang.
.
Sayang sekali, ternyata beliau meninggal dunia karena serangan jantung di tahun 1966, bertahun-tahun sebelum beliau bisa melihat mimpi terbarunya menjadi kenyataan. Untuk menghormati Walt dan meneruskan mimpinya, kakaknya, Roy mengambil alih dan mengubah nama “Disney World” menjadi “Walt Disney World”. Yang pada akhirnya berhasil dibuka untuk umum, sesuai jadwal semula, pada tahun 1971 dan EPCOT dibuka pada tahun 1982.
Bahkan bertahun-tahun setelah kepergiannya, warisan dan mimpinya terus hidup.
Mimpinya telah menghadirkan banyak sekali kebahagiaan dan tawa canda, telah memberikan inspirasi dan telah menghibur jutaan anak dan orang dewasa di seluruh dunia.
Yang ternyata awalnya dimulai dari seekor tikus, bernama Miki Tikus dan mimpi itu tidak akan berakhir selama imajinasi tetap ada di dunia ini. Itulah warisan dan karya besar dari Walt Disney.
“All your dreams can come true if you have the courage to pursue them.”
Walter Elias Disney (December 5, 1901 – December 15, 1966)
“Semua mimpimu akan menjadi kenyataan jika kamu punya keberanian untuk mengejar mimpi-mimpi itu.”
Walter Elias Disney (5 Desember 1901 – 15 December 1966)

Walt and Mickey the Mouse that started it all

Walt dan Miki, sosok Tikus yang memulai ini semua

Epic Mickey dengan Oswald Kelinci yang Beruntung

Sedangkan untuk nasib Oswald, pada akhirnya dia bisa kembali dipertemukan dengan teman-temannya di Disney, lebih dari setengah abad kemudian, pada tahun 2006, setelah transaksi tukar menukar dengan NBC Universal.

Kamu bisa menemui Miki dan Oswald pada Permainan Nintendo Wii terbaru dari Disney yang berjudul Epic Mickey.

Pembuat Epic Mickey, Warren Spector, berkomentar tentang Oswald: “Apa yang sebenarnya Oswald inginkan adalah dicintai oleh Walt Disney.”

.

Lanjutan cerita:

Membuat mimpi menjadi kenyataan: a la Disney Bersaudara

http://sys-talk.com/id/inspiration/to-make-the-dream-a-reality-the-disney-brothers-way/

.

Referensi:

.

.

.

No related posts.

Author: Dedy Sofyan

A self-taught web designer with years of experience. Admin of WordPress Indonesia & BuddyPress Indonesia. Twitter: @sofyand Blog: www.sys-talk.com