Ini adalah bagian kedua dari tulisan blogku mengenai Walt Disney… Dalam rangka mengenang Walter Elias Disney (5 Desember 1901 – 15 Desember 1966).
Untuk membaca bagian pertama: http://sys-talk.com/id/inspiration/to-make-the-dream-a-reality-the-walt-disneys-way/
Setelah “The Magic Kingdom” di “Walt Disney World” selesai dibangun,
ada yang tiba-tiba berbicara:“Sayang sekali Walt Disney tidak ada di sini untuk bisa melihat ini (Magic Kingdom, Disney World rampung dibangun) ya?”
Mike Vance, Creative Director di Disney saat itu, menjawab, “Justru beliau sudah melihatnya. Oleh karena itu (Magic Kingdom, Disney World) bisa ada di sini seperti sekarang ini.”
Anda dapat ikuti akun @Disney di Twitter dan lihat sketsa-sketsa imajinatif dari EPCOT, Tomorrowland di WDW, foto-foto Walt (beliau memang bersikeras agar kita memanggilnya “Walt” agar lebih akrab baik kepada penonton, tamu dan bahkan karyawannya. “Don’t call me Mr. Disney, call me Walt instead.”) mendemonstrasikan beberapa konsepnya, dan juga baca mengenai kata mutiara yang beliau pernah ucapkan. Walt memang telah melihat itu semua menjadi kenyataan di benak beliau: EPCOT, Tomorrowland, dan masih banyak lagi.
Bahkan ketika Walt sakit parah dan menjelang ajalnya. Beberapa jam sebelumnya, Walt masih sempat diwawancarai oleh seorang reporter dan membagi visi imajinasinya kepada reporter ini. Visi akan DisneyWorld dan EPCOT yang terbayang olehnya secara jelas di langit-langit kamar di mana dia dirawat. Walt tidak dapat bicara dengan jelas waktu itu sehingga dia terpaksa harus meminta sang reporter mendekat dan Walt membisikkan segala sesuatunya. Bahkan hingga menjelang akhri ajalnya pun, Walt masih bersemangat, berkeinginan kuat agar mimpi terbarunya itu bisa menjadi kenyataan. Bahkan sebelum mimpinya itu terbentuk di dunia nyata, DisneyWorld dan segala isinya sudah nyata di hadapannya. Keteguhan dan semangatnya itu yang membuat orang-orang di sekitarnya juga terdorong dan percaya akan mimpi tadi sehingga mereka berusaha keras dan lebih keras lagi untuk berhasil dan mendedikasikan DisneyWorld untuk menghormati kepergian Walt. Yang paling tersentuh oleh keteguhan, semangat dan kecintaan Walt adalah utamanya kakak Walt sendiri, Roy (yang memilih untuk menunda masa pensiunnya dan meneruskan mimpi Walt ini).
“Saya tidak pernah mengenal orang lain yang kepribadiannya terus memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk bertahun-tahun lamanya.”
Charlie Ridgway, Disney Press & Publicity Director Disney pada waktu itu
Tapi visi, harapan dan mimpi atau cita-cita, lalu rasa antusias saja tidaklah cukup untuk membuat sesuatu menjadi nyata. Bahkan seorang pemimpi, inovator, penemu, dan seorang jenius sebagaimana sosok Walt Disney sendiri pun sangat sadar akan satu hal.
“I’d say it’s been my biggest problem all my life… it’s money. It takes a lot of money to make these dreams come true. “
Walt Disney“Saya harus mengakui bahwa salah satu masalah besar pada hidup saya… adalah uang. Kita butuh banyak sekali uang untuk menjadikan mimpi-mimpi ini nyata. “
Walt Disney
Walt boleh sangat bersyukur karena dia mendapatkan dukungan penuh dari kakak tercintanya, Roy O. Disney. Sejak Walt pindah ke Kalifornia, kakaknya sangat simpatik dan sangat memberikan dukungan kepadanya, dan yang paling penting pada sisi keuangan. Ketika Walt mendapatkan ide, dia akan mendatangi kakaknya dan memintanya untuk menyediakan sejumlah dana untuk mendanai ide dan mimpi terbarunya. Di akhir hari, Walt akan katakan, “Tolong siapkan uangnya untukku. (Aku yakin kau bisa dapatkan demi aku, Kak.)”“My business is making people, especially children, happy.”Walt Disney.“Bisnisku adalah untuk membuat orang-orang, terutama anak-anak, bahagia.”Walt Disney
Ya, Walt menyerahkan masalah dana dan masalah keuangan lainnya kepada Roy, sehingga Walt dapat memfokuskan diri pada tujuan bisnis utamanya, yaitu: membuat banyak orang, terutama anak-anak bahagia. Sedangkan kakaknya, Roy, pasti sangat mengerti dan menyayangi adik tercintanya ini sehingga beliau mengijinkan Walt untuk fokus pada mimpi-mimpinya itu, bekerja sesuai kemauan dan sesuai apa yang ada di benaknya. Sungguh adalah suatu berkat dari Tuhan yang perlu kita hargai dan syukuri ketika kita bisa fokus dan mengerjakan sesuatu yang kita sukai dengan sesempurna mungkin sekaligus mendapatkan dukungan dari orang-orang yang kita cintai. Sungguh luar biasa.
“I could never convince the financiers that Disneyland was feasible, because dreams offer too little collateral.”Walt Disney.“Saya tidak pernah bisa membujuk para pemegang dana untuk melihat Disneyland sebagai hal yang menjanjikan, karena kecil sekali jaminan yang ditawarkan oleh mimpi.”Walt Disney
“People look at me in many ways. They’ve said, ‘The guy has no regard for money.’ That is not true. I have had regard for money. It depends on who’s saying that. Some people worship money as something you’ve got to have piled up in a big pile somewhere. I’ve only thought about money in one way, and that is to do something with it. I don’t think there’s a thing I own that I will ever get the benefit of except through doing things with it.”Walt Disney.“Banyak orang menilai saya dengan banyak cara. Mereka bilang, ‘Dia ini benar-benar tidak memikirkan uang.’ Sebenarnya itu tidak tepat. Saya masih menghargai uang. Tapi tergantung siapa yang bicara. Beberapa orang menyembah uang bak sesuatu yang harus kita timbun menjadi sebuah bukit besar di suatu tempat. Namun bagi saya sendiri uang itu maknanya hanya satu, yaitu untuk melakukan sesuatu menggunakannya. Saya rasa tidak ada satu pun benda yang saya miliki, yang saya bisa manfaatkan kecuali dengan melakukan (dan menghasilkan) lebih banyak hal lagi (menggunakan benda tsb).”Walt Disney

“I knew if this business was ever to get anywhere, if this business was ever to grow, it could never do it by having to answer to someone unsympathetic to its possibilities, by having to answer to someone with only one thought or interest, namely profits. For my idea of how to make profits has differed greatly from those who generally control businesses such as ours. I have blind faith in the policy that quality, tempered with good judgment and showmanship, will win against all odds.”Walt Disney.“Saya tahu kalau bisnis ini ingin maju, kalau bisnis ini mau berkembang, tidaklah bisa kalau hanya dikerjakan untuk seseorang yang tidak punya simpati sama sekali pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat ia raih, terlebih lagi bila dikerjakan hanya untuk keuntungan belaka. Karena ide dan cara saya untuk mendapatkan keuntungan jauh sekali bedanya dengan mereka yang juga menjalankan bisnis yang mirip dengan kami. Saya amat percaya serta merta kepada kebijakan yang mementingkan kualitas, diperkuat dengan pertimbangan dan pertunjukan yang baik, akan memenangkan semuanya.”Walt Disney
.“Walt Disney World is a tribute to then philosophy and life of Walter Elias Disney and to the talents, the dedication and loyalty of the entire Disney Organization … may Walt Disney World bring joy and inspiration and new knowledge to all who come to this happy place.”Roy Disney, October 1971, formal opening and dedication of “Walt Disney World”.“Walt Disney World adalah sebuah penghargaan terakhir untuk filosofi dan hidup Walter Elias Disney serta talenta, dedikasi dan kesetiaannya untuk seluruh Organisasi Disney … semoga Walt Disney World bisa membawa kebahagiaan dan inspirasi serta pengetahuan baru bagi semua yang datang ke tempat suka cita ini.”Roy Disney, Oktober 1971, pembukaan resmi dan dedikasi resmi “Walt Disney World”


Pingback: To make the dream a reality: the Walt Disney’s Way « S.Y.S talk